Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Andika Wibawa Minta Pengawalan Aparat Setempat dalam Antrian Gas LPG 3 Kg di Agen adminbl 02/03/2025

- Jurnalis

Jumat, 7 Maret 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFO SIGER – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, mendesak aparat keamanan setempat untuk memberikan pengawalan di agen-agen penyalur gas LPG 3 kg. Permintaan ini bertujuan untuk mencegah penumpukan warga yang mengantri gas, sehingga dapat mengurangi potensi kerawanan serta memastikan distribusi yang lancar dan aman.

Andika menegaskan bahwa kejadian serupa yang terjadi di Pamulang, Banten, di mana seorang warga meninggal dunia akibat desakan saat mengantri gas LPG, harus menjadi perhatian serius. “Kita tidak ingin kejadian seperti itu terulang di Lampung. Diperlukan koordinasi antara aparat keamanan dan pihak agen untuk memastikan proses distribusi gas berjalan tertib dan aman bagi masyarakat,” ujar Andika, Selasa (4/3).

Lebih lanjut, Andika juga mengimbau pemerintah dan pihak terkait untuk segera meninjau kembali kebijakan distribusi gas LPG 3 kg. “Penting untuk mengatur regulasi dengan lebih baik agar tidak terjadi perbedaan harga antara pengecer di warung-warung yang ada,” ungkapnya.

Andika menambahkan bahwa kejadian seperti yang terjadi sebelumnya harus lebih banyak dikontrol oleh agen-agen gas LPG. Dengan demikian, dapat dihindari terjadinya panic buying yang hanya memperburuk keadaan dan menciptakan kelangkaan yang tidak seharusnya terjadi.

“Untuk memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan adil, perlu adanya pengawasan yang lebih ketat dan pemantauan rutin terhadap agen-agen gas LPG,” tegas Andika.

Menurutnya Anggota Fraksi Gerindra Lampung ini, pengawalan aparat dan peninjauan ulang kebijakan distribusi gas LPG 3 kg diharapkan dapat menciptakan kondisi yang lebih kondusif.

“Jadi, setiap warga pun dapat memperoleh gas LPG dengan harga yang wajar dan tanpa harus mengantri panjang yang berisiko membahayakan keselamatan,” pungkasnya. (

– Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, mendesak aparat keamanan setempat untuk memberikan pengawalan di agen-agen penyalur gas LPG 3 kg. Permintaan ini bertujuan untuk mencegah penumpukan warga yang mengantri gas, sehingga dapat mengurangi potensi kerawanan serta memastikan distribusi yang lancar dan aman.

 

Andika menegaskan bahwa kejadian serupa yang terjadi di Pamulang, Banten, di mana seorang warga meninggal dunia akibat desakan saat mengantri gas LPG, harus menjadi perhatian serius. “Kita tidak ingin kejadian seperti itu terulang di Lampung. Diperlukan koordinasi antara aparat keamanan dan pihak agen untuk memastikan proses distribusi gas berjalan tertib dan aman bagi masyarakat,” ujar Andika, Selasa (4/3).

 

Lebih lanjut, Andika juga mengimbau pemerintah dan pihak terkait untuk segera meninjau kembali kebijakan distribusi gas LPG 3 kg. “Penting untuk mengatur regulasi dengan lebih baik agar tidak terjadi perbedaan harga antara pengecer di warung-warung yang ada,” ungkapnya.

 

Andika menambahkan bahwa kejadian seperti yang terjadi sebelumnya harus lebih banyak dikontrol oleh agen-agen gas LPG. Dengan demikian, dapat dihindari terjadinya panic buying yang hanya memperburuk keadaan dan menciptakan kelangkaan yang tidak seharusnya terjadi.

 

“Untuk memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan adil, perlu adanya pengawasan yang lebih ketat dan pemantauan rutin terhadap agen-agen gas LPG,” tegas Andika.

 

Menurutnya Anggota Fraksi Gerindra Lampung ini, pengawalan aparat dan peninjauan ulang kebijakan distribusi gas LPG 3 kg diharapkan dapat menciptakan kondisi yang lebih kondusif.

 

“Jadi, setiap warga pun dapat memperoleh gas LPG dengan harga yang wajar dan tanpa harus mengantri panjang yang berisiko membahayakan keselamatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

PLN Nusantara Power UP Sebalang dan UIN Raden Fatah Palembang Perkuat Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Komisi XII DPR RI dan PLN Nusantara Power Bahas Keandalan Kelistrikan Sumbagsel
PLN Nusantara Power UP Sebalang Tebar 1.923 Paket Kurban Ramah Lingkungan untuk Warga Ring-1
PLN Nusantara Power UP Sebalang Dorong Kemandirian UMKM melalui Pelatihan Menjahit Berbasis Kompetensi
PLN Nusantara Power UP Sebalang Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Teguhkan Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional
PLN Nusantara Power UP Sebalang Hadiri Kick Off Pengembangan Tanaman Energi Bersama ITERA
PLN Nusantara Power UP Sebalang Gelar Workshop Penajaman Program Investasi Tahun 2026
PLN Nusantara Power UP Sebalang Gelar Workshop Percepatan Dokumen Pengadaan Program Investasi Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:27 WIB

PLN Nusantara Power UP Sebalang dan UIN Raden Fatah Palembang Perkuat Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:47 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Komisi XII DPR RI dan PLN Nusantara Power Bahas Keandalan Kelistrikan Sumbagsel

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:15 WIB

PLN Nusantara Power UP Sebalang Tebar 1.923 Paket Kurban Ramah Lingkungan untuk Warga Ring-1

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:19 WIB

PLN Nusantara Power UP Sebalang Dorong Kemandirian UMKM melalui Pelatihan Menjahit Berbasis Kompetensi

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:08 WIB

PLN Nusantara Power UP Sebalang Hadiri Kick Off Pengembangan Tanaman Energi Bersama ITERA

Berita Terbaru