INFO SIGER – Bandar Lampung, Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Sebalang menghadiri Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi XII DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) Ketenagalistrikan yang berlangsung di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung, Rabu (10/6). Kegiatan tersebut membahas kondisi sistem ketenagalistrikan serta distribusi energi di Provinsi Lampung dan wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPH Migas, Direktur Operasi dan Batu Bara PLN Nusantara Power, perwakilan PT PLN (Persero), Manager PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung, UP Tarahan, dan UP Sebalang, Pemerintah Provinsi Lampung, serta anggota Komisi XII DPR RI.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi XII DPR RI melakukan pembahasan bersama para pemangku kepentingan sektor energi terkait kondisi terkini sistem ketenagalistrikan di Lampung dan Sumatera Bagian Selatan, termasuk aspek keandalan pasokan energi primer untuk mendukung operasional pembangkit listrik.
Direktur Operasi dan Batu Bara PLN Nusantara Power, M. Irwansyah Putra, dalam paparannya menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem interkoneksi Sumatera. Oleh karena itu, kesiapan energi primer menjadi faktor utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“Provinsi Lampung merupakan bagian penting dari sistem interkoneksi Sumatera. Oleh karena itu, aspek paling mendasar dalam menjaga keandalan sistem adalah kesiapan energi primer,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini PLN Nusantara Power mengoperasikan kapasitas pembangkit sebesar 3.466 MW di Pulau Sumatera yang didukung oleh kondisi pasokan energi primer yang aman dan terkendali.
Sementara itu, anggota Komisi XII DPR RI, Sigit K. Yunianto, menekankan pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan batu bara sebagai energi primer pembangkit guna mendukung ketahanan energi nasional.
“Ketersediaan BBM dan batu bara bagi pembangkit listrik merupakan hal mendasar yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya soal listrik, tetapi juga menyangkut ketahanan energi nasional secara keseluruhan,” katanya.
Menurutnya, kepastian pasokan BBM dan batu bara harus menjadi perhatian bersama karena keduanya merupakan faktor krusial dalam menjaga keandalan pasokan energi, baik bagi masyarakat maupun sektor industri.
Kunjungan Kerja Panja Ketenagalistrikan Komisi XII DPR RI ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI terhadap sektor energi nasional. Selain memastikan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan, kegiatan ini juga bertujuan menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan guna memperkuat ketahanan energi dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya di wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan.








