INFO SIGER – LAMPUNG SELATAN, 17 Desember 2025 – Masalah sampah rumah tangga, khususnya sisa makanan (food waste), menjadi tantangan serius bagi lingkungan. Data menunjukkan bahwa lebih dari 40% sampah rumah tangga berasal dari sisa makanan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah ini akan berakhir di TPA dan menghasilkan gas metana yang berdampak buruk pada perubahan iklim.
Menyadari hal tersebut, PT PLN Nusantara Power UP Sebalang menggelar aksi nyata melalui rangkaian kegiatan Sosialisasi & Campaign 3R Food Waste serta Workshop Pembuatan Kompos Organik yang melibatkan seluruh pegawai dan Srikandi UP Sebalang pada Rabu (17/12).
Dengan mengusung tema “Your Vibe Attracts Your Tribe, Your 3R Attracts a Cleaner Planet”, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan budaya Reduce, Reuse, dan Recycle di lingkungan kerja maupun rumah tangga.
Rangkaian acara dimulai pada pagi hari di Conference Room UP Sebalang dengan sesi sosialisasi. Dalam sesi ini, para pegawai diberikan pemahaman mengenai cara praktis mengelola sampah domestik dan langkah-langkah strategis untuk mengurangi jejak sampah harian.

Manajer PLN Nusantara Power UP Sebalang Amrul Hakim, menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan gaya hidup yang harus dimulai dari diri sendiri.
“Kegiatan Sosialisasi dan Campaign 3R ini merupakan langkah konkret PLN Nusantara Power UP Sebalang dalam menekan timbulan sampah domestik. Dengan melibatkan seluruh elemen pegawai dan Srikandi UP Sebalang, kita tidak hanya mengurangi jejak karbon, tapi juga menciptakan ekosistem hijau di area kerja kita. Semoga gerakan ini akan menjadi budaya kerja yang berkelanjutan di masa depan.” Ujarnya.

Aksi ini tidak berhenti pada teori. Pada siang harinya, Srikandi UP Sebalang (sebutan untuk pegawai perempuan PLN Nusantara Power UP Sebalang) melakukan Call to Action melalui Workshop Pembuatan Kompos Organik di Area Rumah Pembibitan PLTU Sebalang.
Dengan mengenakan seragam kebanggaan, para Srikandi membawa sampah organik dari rumah masing-masing—seperti kulit buah, sisa sayuran, hingga ampas kopi—untuk diolah bersama menjadi pupuk alami.

“Kegiatan ini adalah langkah konkret kami untuk menunjukkan bahwa sampah bukan sekadar limbah, tapi sumber daya. Dengan mengubah sisa dapur menjadi kompos, kita tidak hanya mengurangi beban TPA, tapi juga menyehatkan kembali tanah kita,” ujar Rifka perwakilan Srikandi UP Sebalang.
Melalui kegiatan ini, PT PLN NP UP Sebalang berharap dapat menciptakan efek domino positif. Pegawai diharapkan menjadi agen perubahan (change agent) yang membawa praktik baik ini ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar, demi mewujudkan bumi yang lebih bersih dan hijau.








