INFO SIGER – Sebalang, 11 September 2026 — Upaya mendorong pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan terus dilakukan PLN Nusantara Power UP Sebalang melalui pengembangan teknologi cofiring pada pembangkit listrik tenaga uap. Salah satunya melalui pengujian pemanfaatan sekam padi dan woodchip sebagai bahan bakar campuran di PLN Nusantara Power UP Sebalang Unit 1.
Pengujian cofiring tersebut dilaksanakan selama tiga hari, pada 9–11 September 2026, dengan melibatkan tim dari PLN Puslitbang, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), serta bidang pembina PLN Nusantara Power Kantor Pusat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kick off meeting pengujian sekam padi dan campuran sekam padi-woodchip yang telah dilaksanakan pada 3 September 2026.
Rangkaian pengujian diawali dengan baseline test menggunakan 100 persen batu bara pada 9 September 2026. Selanjutnya, pada 10 September dilakukan pengujian cofiring dengan komposisi 3 persen sekam padi, kemudian dilanjutkan pada 11 September dengan pengujian cofiring mixed menggunakan 3 persen sekam padi dan 7 persen woodchip.
Pengujian ini menjadi bagian dari langkah pengembangan dan pengujian pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar campuran pada pembangkit. Melalui pengujian secara bertahap, PLN Nusantara Power bersama pihak terkait dapat memperoleh data dan evaluasi teknis sebagai bagian dari pengembangan penerapan cofiring di PLN Nusantara Power UP Sebalang.
Manager Unit Pembangkitan Sebalang, Amrul Hakim, menyampaikan bahwa pengembangan cofiring merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi energi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi alternatif.
“Pengujian cofiring ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan pemanfaatan biomassa sebagai alternatif bahan bakar campuran. Melalui pengujian dan evaluasi yang dilakukan secara bertahap, kami berharap dapat mendukung pengembangan pembangkitan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan transisi energi,” ujar Amrul.
Lebih lanjut, pelaksanaan pengujian dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari PLN Puslitbang, PLN EPI hingga PLN Nusantara Power. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan setiap tahapan pengujian dapat dilakukan secara terukur serta menghasilkan data yang dapat menjadi bahan evaluasi pengembangan cofiring di PLN Nusantara Power UP Sebalang.

Pemanfaatan sekam padi dan woodchip juga membuka peluang untuk mengoptimalkan potensi biomassa yang tersedia di wilayah sekitar. Dengan demikian, pengembangan cofiring tidak hanya diarahkan untuk mendukung aspek teknis pembangkitan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya biomassa secara lebih optimal.
Melalui pengujian ini, PLN Nusantara Power UP Sebalang terus memperkuat perannya dalam mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan. Dari biomassa, untuk energi yang lebih berkelanjutan—PLN Nusantara Power UP Sebalang terus bergerak menghadirkan inovasi bagi masa depan energi Indonesia.








